Persediaan merupakan barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau diproses lebih lanjut menjadi barang yang siap dijual. Perusahaan dagang maupun perusahaan industri umumnya mempunyai persediaan yang jumlah dan jenisnya tidak selalu sama perusahaan satu dan yang lainya. Pada kesempatan ini, akuntansimandiri akan membahas tentang Akuntansi Persediaan Barang secara ringkas dan dibagi menjadi beberapa bagian artikel. setelah membahas tentang penurunan nilai piutang, kami akan membahas Akuntansi Persediaan Barang secara umum.
Menurut PSAK 14 (2018), persediaan merupakan aset:
Adapun point penting tentang terkait tentang persediaan menurut Hans Kartikahadi adalah:
Persediaan meliputi barang yang dibeli dan dimiliki untuk dijual kembali, termasuk:
Sistem pencatatan persediaan terdiri dari:
Pada metode ini, jumlah persediaan akan ditentukan secara berkala atau periodik dengan melakukan penghitungan fisik dan mengalikan jumlah unit tersebut dengan harga satuan untuk memperoleh nilai persediaan saat itu. Setiap terjadi pembelian, persediaan akan dicatat dalam akun pembelian, sedangkan saat penjualan hanya menjurnal penjualan sejumlah harga perolehan dan tidak menghitung harga pokok penjualan. Pada saat penyusunan laporan keuangan di akhir periode, harus dilakukan perhitungan fisik persediaan untuk mengetahui nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan
Pada metode perpetual, perusahaan akan selalu mengetahui setiap detail rincian dari jumlah dan nilai persediaanya kapan saja. Hal tersebut terjadi karena setiap transaksi pembelian erjadi, persediaan akan dicatat dalam akun persediaan, sedangkan setiap transaksi penjualan terjadi, selain mencatat penjualan, harga pokok penjualan juga akan diperhitungkan dan dicatat.
Tabel berikut merupakan jurnal pencatatan persediaan atas masing-masing sistem pencatatan persediaan
Sekian pembahasan Akuntansi Persediaan Barang dari kami. Pada bagian selanjutnya, kami akan membahas tentang sistem penilaian persediaan atau asumsi arus biaya persediaan. Adapun yang akan kami bahas selanjutnya adalah asumsi persediaan dengan metode identifikasi khusus, First in First Out (FIFO), dan rata-rata persediaan. Selanjutnya juga akan membahas tentang LCNRV disertai jurnal akuntansi dan contoh soalnya. Sekian dari kami dan selamat belajar Akuntansi Persediaan Barang