Selamat Datang di Akuntansi Mandiri!. klik

Cara Cerdas Menjawab SP2DK

Direktorat Jenderal Pajak biasanya melakukan peningkatan pengawasan dan melakukan langkah-langkah yang efektif untuk penerimaan negara menjelang akhir tahun pajak. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu mengirim surat permintaan data melalui mekanisme SP2DK. Pada kesempatan ini, tim akuntansi mandiri akan sharing tentang Cara Cerdas Menjawab SP2DK agar wajib pajak tidak panik ataupun tidak gelisah ketika mendapatkan surat cinta yang berjudul SP2DK dari direktorat jenderal pajak melalui kantor pajak setempat.

Cara Cerdas Menjawab SP2DK

Langkah-langkah menjawab SP2DK

Hal pertama yang dapat sobat lakukan yakni melihat jangka waktu deadline penyampaian tanggapan. Umumnya tanggapan harus dan wajib disampaikan dalam jangka waktu 14 hari. Setelah itu, sobat Wajib Pajak perlu membangun komunikasi dengan petugas pajak, biasanya dengan Account Representative (AR). Hal-hal yang perlu dikomunikasikan biasanya sehubungan dengan latar belakang dari penerbitan SP2DK dan juga sumber data-data yang disajikan pada surat SP2DK.

Selanjutnya, sobat Wajib Pajak dapat membaca dan mencoba untuk memahami data-data yang disajikan pada SP2DK. Perlu diingat bahwa data yang disajikan pada SP2DK belum tentu 100% benar. Oleh karena itu, Sobat Wajib Pajak tidak perlu terburu-buru memberikan konfirmasi bahwa data yang disajikan pada SP2DK adalah data yang valid. Ingat, baca, pahami, dan komunikasikan data-data yang terdapat pada SP2DK dengan AR.

Setelah melakukan analisa dan membandingkan data dari SP2DK dengan data internal milik wajib pajak, langkah selanjutnya adalah menyusun dan menyampaikan tanggapan atas SP2DK yang telah diterima sebelumnya. Umumnya, tanggapan disampaikan dalam bentuk tertulis dan dikirimkan kepada kantor pajak yang bersangkutan. Perlu diingat, sobat Wajib Pajak perlu melakukan konfirmasi atau follow up terkait dengan tanggapan SP2DK telah diterima oleh kantor pajak ataukah belum. Biasanya, penyelesaian dari SP2DK dilakukan dengan adanya penerbitan berita acara. So, jangan lupa dikawal sampe selesai ya sobat!

Poin penting yang dipersiapkan

Selain untuk menjawab SP2DK, ada beberapa poin penting yang seharusnya rutin dipersiapkan Wajib Pajak dalam melakukan administrasi pajak sehari-hari. Jika sobat Wajib Pajak rutin melakukan ini, maka akan meminimalisir usaha pada saat menjawab SP2DK atau bahkan pada saat pemeriksaan. Apa saja yang harus dipersiapkan oleh wajib pajak ?

1. Ekualisasi Pajak

Ekualisasi pajak adalah suatu proses yang lazim dijalankan oleh pemeriksa pajak untuk mencocokan saldo dua atau lebih angka yang mempunyai satu hubungan dengan lainya. Jika terdapat perbedaan, maka Wajib Pajak mempunyai kewajiban untuk menjelaskan selisih tersebut.

Contoh yang paling sering terjadi adalah penghasilan menurut SPT PPh Badan dengan penyerahan yang merupakan DPP PPN. Masing-masing pos tersebut bisa saja menunjukan nilai angka yang berbeda. Perbedaan tersebut bisa jadi disebabkan oleh beberapa faktor seperti terdapa penyerahan yang masuk sebagai penghasilan akan tetapi bukan objek PPN. Selain itu, selisih juga dapat terjadi karena perbedaan waktu antara kapan terjadinya penjualan dan juga waktu saat penerbitan faktur pajak.

2. Uji Keterkaitan 

Uji keterkaitan adalah pengujian yang dilakukan untuk meyakini suatu transaksi berdasarkan pengujian atas mutasi dari pos-pos lain yang mempunyai keterkaitan atau berhubungan dengan suatu transaksi. Contoh sederhanannya adalah pengujian arus kas dengan arus utang piutang. 

Demikian sedikit sharing dari akuntansimandiri tentang Cara Cerdas Menjawab SP2DK. Poin penting yang harus dilakukan adalah tetap tenang, jangan panik, dan bangun komunikasi yang baik dengan AR kantor pajak setempat. Selain itu, akan lebih baik lagi jika Wajib Pajak secara periodik dapat melakukan ekualisasi pajak ataupun uji keterkaitan agar meminimalisir usaha yang harus dilakukan jika menerima SP2DK. Semoga bermanfaat dan selamat memahami Cara Cerdas Menjawab SP2DK.

Posting Komentar