Menurut PSAK 2: Laporan Arus Kas, terdapat dua metode dalam penyusunan laporan arus kas di laporan keuangan. Metode tersebut adalah metode langsung dan metode tidak langsung. Metode Langsung dan Tidak Langsung Arus Kas adalah metode yang harus dipakai secara konsisten oleh entitas pada saat pembuatan laporan arus kas. Metode langsung arus kas adalah metode yang menyajikan dan mengungkapkan kelompok utama penerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasal dari aktivitas operasi. Sedangkan metode tidak langsung arus kas adalah metode yang menyajikan arus kas dari aktivitas operasi dengan berdasarkan dari laba rugi bersih, kemudian disesuaikan dengan transaksi bukan kas, penghasilan diterima dimuka, atau belum diterima, beban dibayar dimuka, atau masih terutang, dan memisahkan unsur penghasilan atau beban berkaitan dengan arus kas investasi dan pendanaan.
Menurut PSAK 2 setiap entitas dianjurkan untuk menggunakan metode langsung ketika menyusun laporan arus kas. Laporan arus kas disusun berdasarkan sumber dari:
Catatan A: Perolehan pengendalian atas entitas anak
Catatan B: Aset Tetap
Catatan C: Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas pada akhir periode meliputi rekening deposito bank yang dimiliki oleh entitas anak dan tidak dapat digunakan secara bebas oleh pemilik perusahaan (holding company) karena adanya pembatasan arus mata uang.
Cukup mudah bukan memahami Metode Langsung dan Tidak Langsung Arus Kas ? semoga dapat bermanfaat dan selamat memahami Metode Langsung dan Tidak Langsung Arus Kas.