4vEwQwn2N76CQsEE22YcimIBXTw6fR8sELEf9IPn
Bookmark

Penurunan Nilai Piutang

Menurut PSAK 55 (2018), penurunan nilai piutang adalah suatu kondisi dimana terdapat bukti objektif terjadinya peristiwa yang merugikan sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara andal.


Penurunan Nilai Piutang


Penurunan Nilai Piutang - Peristiwa yang Penyebab Penurunan Piutang

  1. Kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam
  2. Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya gagal bayar atau tunggakan pembayaran pokok atau buga
  3. Pihak pemberi pinjaman dengan alasan ekonomik atau hukum sehubungan dengan kesulitan keuangan yang dialami pihak peminjam, memberikan keringanan (konsesi) pada pihak peminjam yang tidak mungkin diberikan jika pihak peminjam tidak mengalami kesulitan tersebut.
  4. Terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainya.
  5. Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan akibat kesulitan keuangan
  6. Data yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atau diestimasi arus kas masadepan dari kelompok aset keuangan sejak pengakuan awal aset tersebut, meskipun penurunanya belum dapat diidentifikasi terhadap aset keuangan secara individual dalam kelompok aset tersebut, termasuk memburuknya status pembayaran pihak peminjam dalam kelompok tersebut atau kondisi ekonomik nasional/lokal yang berkolerasi dengan gagal bayar atas aset dalam kelompok tersebut.

Penurunan Nilai Piutang - Jenis Metode Penghapusan Piutang

Penurunan nilai piutang berdampak pada arus kas dan laba rugi di masa mendatang karena penurunan nilai akan menyebabkan pendapatan yang diperoleh berkurang. Jika piutang yang dimiliki perusahaan memiliki indikasi tidak dapat ditagih, maka perusahaan perlu melakukan penghapusan piutang tersebut.

Terdapat dua jenis metode penghapusan piutang perusahaan yaitu:
  1. Metode penghapusan langsung (direct write-off method). Metode penghapusan langsung adalah metode yang mengorganisir kerugian aktual dari piutang yang tidak dapat ditagih.
  2. Metode cadangan (allowance method) adalah metode cadangan pengakuan kerugian yang diperkirakan dari piutang yang tidak tertagih. Metode ini yang diakui oleh standar akuntansi keuangan karena lebih mencerminkan biaya yang terjadi pada tahun berjalan.


Penurunan Nilai Piutang - Metode Estimasi Pencadangan Nilai Piutang Tak Tertagih


1. Penurunan Nilai Individual

Penurunan nilai secara individual dilakukan apabila terdapat bukti objektif mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara individual. 
Metode umum yang digunakan dalam pengujian penurunan nilai secara individual adalah analisis arus kas terdiskonto. Nilai diskonto dihitung dengan mengestimasi arus kas masa depan yang didiskontokan menggunakan suku bunga efektif.
Metode umum untuk memperoleh estimasi arus kas dalam perhitungan rugi penurunan nilai adalah dengan menggunakan historical portofolio performance dari kelompok pinjaman.

2. Penilaian Nilai Kolektif

Penilaian nilaikolektif dilakukan apabila:
  • Aset keuangan tidak dinilai secara individual
  • Aset keuangan dinilai secara individual namun tidak teridentifikasi adanya penurunan nilai
Penurunan nilai secara kolektif merupakan langkah sementara sampai penurunan nilai individual dapat teridentifikasi. Penilaian nilai kolektif harus merefleksikan model kerugian yang terjadi dan mungkin tidak mengakibatkan pengakuan perkiraan kerugian masa depan.


Penurunan Nilai Piutang - Contoh Soal Penyisihan Piutang

Penyisihan Piutang:

Artinya saldo akhir cadangan penyisihan piutang harus menjadi Rp 3.500.000 di kredit. Jika saldo akhir cadangan penyisihan piutang sebelum penyesuaian ada Rp 1.000.000 di kredit, maka harus menjurnal Rp 2.500.000 di Kredit dengan jurnal:




Penurunan Nilai Piutang - Jurnal Pencatatan & Penghapusan Piutang



1. Metode Penghapusan Langsung

Pada tanggal 11 Februari 2018, perusahaan menghapus piutang salah satu konsumenya yang dianggap tidak tertagih sebesar Rp 1.000.000. Jurnal yang harus dibuat adalah:



2. Metode Cadangan
Pada tahun 2017, perusahaan memiliki saldo piutang sebesar Rp 300.000.000; cadangan piutang tak tertagih sebesar Rp 10.000.000 (kredit); serta penjualan kredit sebesar Rp 500.000.000 dan sebesar Rp 200.000.000 belum tertagih hingga tanggal 31 Desember.  Maka :

A. Metode Presentase Piutang
Jika perusahaan memperkirakan sebesar 5% dari piutang tidak tertagih, maka jurnal yang harus dibuatkan adalah:

5% x Rp 300.000.000 = Rp 15.000.000. Saldo akhir cadangan piutang tak tertagih adalah Rp 15.000.000 di kredit, sehingga harus menjurnal di kredit Rp 5.000.000 karena saldo cadangan sebelumnya ada Rp 10.000.000 di kredit.


B. Metode Presentase Penjualan
Jika perusahaan memperkirakan sebesar 5% dari penjualan kredit tidak tertagih, maka jurnal yang harus dibuat adalah:


Jika pada tanggal 11 Februari 2018, perusahaan menghapus piutang salah satu konsumenya yang tidak tertagih sebesar Rp 10.000.000. Jurnal yang harus dibuat adalah:





Pada tanggal 11 April 2018, konsumen perusahaan membayar piutangnya yang telah dihapus sebelumnya sebesar Rp 500.000, maka jurnal yang harus dibuat:


Cukup mudah bukan belajar tentang Penurunan Nilai Piutang ? Semoga artikel ini bermanfaat untuk teman-teman sekalian ya dan selamat belajar Penurunan Nilai Piutang.










0

Posting Komentar