Berdasarkan PSAK 50, instrumen keuangan merupakan setiap kontrak yang menambah nilai dari aset keuangan entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas lain. Suatu instrumen dapat dikategorikan sebagai instrumen keuangan jika instrumen itu mempunyai hubungan kontraktual antara dua pihak. Setelah membahas tentang kontijensi dan imbalan kerja, pada kesempatan ini, tim akuntansi mandiri akan membahas tentang Aspek Akuntansi Atas Aset Keuangan dimana aset keuangan adalah bagian dari instrumen keuangan. Penjelasan lebih lanjut akan disajikan pada bagian dibawah ini.
Berdasarkan PSAK 50, aset keuangan merupakan suatu aset yang mempunyai bentuk:
Contoh dari aset keuangan diantaranya kas, piutang usaha, wesel tagih, pinjaman yang akan diberikan, investasi pada oblogasi, aset derivatif, dan investasi pada saham.
Setiap aset keuangan yang dipunyai oleh suatu entitas harus dikategorikan ke dalam salah satu aset keuangan berikut ini:
At fair value through profit or loss - FVTPL (diukur sesuai dengan nilai wajar melalui laba rugi). Adapun FVTPL mempunyai subkategori sebagai berikut:
Available for sale- AFS (tersedia untuk dijual) adalah aset non-derivatif yang ditetapkan sebagai tersedia untuk dijual dan tidak dapat dikategorikan pada kategori-kategori lainya
Loans and receivables - L & R, contoh aset keuangan yang dikategorikan L & R adalah kas dan kas bank, pinjaman, piutang usaha, dan piutang lainya, investasi dalam instrument utang yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif, dan simpanan atau deposito di bank. aset keuangan tersebut dikategorikan sebagai Loan and receivables (L&R) karena yang memenuhi kondisi berikut:
Held to Maturity (HTM) adalah aset keuangan yang dimiliki hingga jatuh tempo, jika memenuhi kondisi berikut:
Aset keuangan dengan kategori 1 dan 2 merupakan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar, sedangkan aset keuangan kategori 3 dan 4 adalah aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Entitas bisa mengukur investasi saham setelah pengakuan awal pada biaya perolehan, jika saham tersebut:
Investasi pada saham atau utang bisa dikategorikan dalam kategori 1 dan 2. Akan tetapi hanya investasi pada utang yang dapat dikategorikan dalam kategori 3 dan 4 karena investasi pada saham tidak mempunyai pembayaran yang tetap atau ditentukan dan tidak mempunyai tanggal jatuh tempo.
| Ringkasan aset keuangan |
Demikian penjelasan dari akuntansi mandiri tentang Aspek Akuntansi Atas Aset Keuangan. Terus belajar dan jangan menyerah jika mengalami kesulitan. Percayalah bahwa usaha tidak pernah menghianati hasil. Sukses selalu dan selamat belajar Aspek Akuntansi Atas Aset Keuangan.